
Al Faiz Rahmatillah Terpilih Sebagai Presiden EDSA Periode 2026/2027
Banda Aceh — English Department Student Association (EDSA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan Musyawarah Besar (MUBES) sebagai agenda tahunan organisasi dalam rangka pemilihan dan regenerasi kepemimpinan. Dengan tema:“Unity Amplified: Pioneering Progress Beyond Horizons.”
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi mahasiswa di lingkungan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
Dalam agenda tersebut, Al Faiz Rahmatillah resmi terpilih sebagai Presiden EDSA periode 2026/2027. Pelantikan ini menandai dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa EDSA menuju arah yang lebih progresif melalui berbagai program kerja yang inovatif dan kolaboratif.
Sebelum terpilih sebagai Presiden EDSA, Al Faiz Rahmatillah telah menyampaikan visi serta komitmennya untuk memajukan organisasi. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan sebuah amanah bersama.
“Sebuah jabatan bagi saya bukan sekadar posisi, melainkan sebuah tanggung jawab kita bersama, that I will carry with full dedication, integrity, and commitment,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan organisasi mahasiswa sebagai ruang pengembangan diri bagi seluruh anggota.
“Visi saya adalah menjadikan EDSA sebagai rumah besar mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang aktif, berprestasi, dan berdaya saing global. EDSA harus bukan hanya tempat untuk berorganisasi, tapi juga tempat untuk tumbuh, belajar, dan mempersiapkan diri untuk masa depan,” ungkap Al Faiz.
Selain itu, ia berkomitmen menghadirkan program-program yang relevan dan bermanfaat bagi mahasiswa.
“Menghadirkan program kerja yang relevan, seru, dan bermanfaat untuk meningkatkan skill mahasiswa bahasa Inggris serta pengembangan dirinya,” tambahnya.
Sementara itu, Demisioner Presiden EDSA periode sebelumnya, Atha Ramadhani, turut menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru mampu melanjutkan program-program yang telah dibangun sebelumnya serta menghadirkan inovasi baru demi kemajuan organisasi di masa mendatang.
Setelah resmi terpilih, Al Faiz Rahmatillah menyampaikan rasa syukur serta harapannya kepada seluruh anggota EDSA. Ia menegaskan bahwa keberhasilan organisasi bukanlah hasil kerja individu, melainkan kerja bersama seluruh anggota.
“Hari ini bukan tentang kemenangan pribadi saya, tapi ini adalah tentang harapan kita bersama. Hari ini adalah harapan kita bersama untuk membawa EDSA menjadi organisasi yang lebih baik ke depannya,” ujarnya dalam sambutannya.
Ia juga menggambarkan perjalanan kepengurusan baru sebagai langkah bersama menuju tujuan yang sama.
“Kita mulai langkah baru, kita mulai berlayar ke lautan yang luas sama-sama, dan nanti kita bakal berlabuh ke pelabuhan yang sama dengan satu tujuan yang sama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menekankan pentingnya kebersamaan dan ruang organisasi sebagai tempat bertumbuh bagi seluruh anggota.
“Kita jadikan sekre ini nanti tempat kita berbagi cerita, berbagi pengalaman, yang mana bermanfaat untuk kita sendiri,” ungkapnya.
Al Faiz Rahmatillah juga mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk bersama-sama berkontribusi dalam memajukan organisasi.
“Saya butuh ide kalian, energi kalian, dan partisipasi kalian. So, let us work together, grow together, and create better for ESA,” tuturnya.
Menutup sambutannya, ia berjanji akan menjalankan amanah kepemimpinan dengan sebaik-baiknya.
“I will do my best to serve, to listen, and to lead with heart,” pungkasnya.
Melalui kepemimpinan baru ini, EDSA diharapkan dapat terus berkembang sebagai organisasi mahasiswa yang aktif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris serta lingkungan akademik secara luas.
