
EDSA Gelar Blessing Ceremony 2026, Tumbuhkan Karakter dan Kebersamaan Mahasiswa Baru PBI
Banda Aceh – English Department Student Association (EDSA) menyelenggarakan Blessing Ceremony 2026 dengann mengusung tema “Together Reaching Impact: Bonding and Empathy.” Mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (Prodi PBI UIN) Ar-Raniry angkatan 2026 disambut dengan doa, nasihat, dan tawa kebersamaan. Berlangsung di Pantai Krueng pada Minggu, (01/11/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penyambutan sekaligus upaya mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan akademik PBI. Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa baru angkatan 2026, para dosen, Kepala Prodi (Kaprodi) PBI yaitu Risdaneva, serta jajaran keluarga besar Pendidikan Bahasa Inggris.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dengan pengumpulan peserta di UIN Ar-Raniry. Seluruh peserta dan panitia kemudian berangkat bersama menuju Pantai Krueng, menandai kebersamaan yang dibangun sejak awal perjalanan. Setibanya di lokasi, acara dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Fatin Fawwazir.
Dalam sambutannya, Presiden EDSA, Al Faiz Rahmatillah, menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Pendidikan Bahasa Inggris. Ia berharap seluruh mahasiswa dapat tumbuh dan berkembang bersama dalam lingkungan yang penuh dukungan.
“On behalf of the English Department, I would like to welcome you all to becoming part of our family in English Education,” ujar Faiz.
Selanjutnya Kaprodi PBI, Dr. Risdaneva, turut menyambut kehadiran mahasiswa baru dengan pesan tentang pentingnya niat, tanggung jawab, dan proses belajar. Menurutnya, setiap langkah dalam menempuh pendidikan berawal dari niat yang tertanam di dalam hati.
“Everything starts with what we have in our heart, our intention,” pesannya kepada mahasiswa baru PBI 2026.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi turut mengembangkan karakter dan pengalaman melalui berbagai kegiatan.
“Learning is not only about reading books and doing assignments. It goes beyond that. Learning leads to a change of mindset that is reflected through behavior,” tambahnya.
Pesan senada disampaikan oleh Prof. Muhammad AR, yang menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu serta niat yang kuat sebagai landasan menjalani pendidikan. Nasihat ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan akademik perlu diiringi sikap dan etika yang baik.
Usai rangkaian sambutan, acara berlanjut dengan pemilihan Ketua Leting 2026 yang diikuti seluruh peserta. Proses ini menjadi pembelajaran awal bagi angkatan baru untuk bermusyawarah, bertanggung jawab, dan saling mendukung. Suasana khidmat kemudian terasa saat prosesi peusijuk mahasiswa baru Leting 26 digelar. Tradisi adat Aceh yang sarat doa, restu, dan harapan kebaikan ini selaras dengan nama kegiatan, Blessing Ceremony, yang menegaskan pentingnya keberkahan di awal perjalanan menuntut ilmu.
Ketua Leting 2026 terpilih kemudian juga menyampaikan kata sambutan sebagai perwakilan angkatan, dan rangkaian acara inti ditutup dengan doa yang dipimpin Fatin Fawwazir, dokumentasi bersama, serta penutupan oleh MC.
Setelah istirahat, suasana berubah semarak lewat pentas seni (pensi) dan yel-yel yang diikuti seluruh peserta. Sesi ini menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk menunjukkan kekompakan dan kreativitas angkatan. Selepas ishoma, peserta mengikuti games yang dirancang untuk mempererat keakraban. Melalui permainan ini, mahasiswa baru berkesempatan saling mengenal dengan sesama angkatan, para senior, dan keluarga besar PBI. Tawa dan kebersamaan yang tercipta menjadi wujud nyata dari tema Bonding, bahwa ikatan yang kuat tumbuh dari interaksi yang tulus dan menyenangkan.
